Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

Karakteristik Kepemimpinan Yosua

Arti nama Yosua adalah penyelamat atau pembebas, sama dengan arti nama Tuhan Yesus Kristus. Musa mengajarkan Yosua untuk memimpin, untuk taat, dan untuk selalu memiliki iman di dalam Tuhan. Ada beberapa kualitas yang dapat kita temukan di dalam diri Yosua yang dapat kita contoh:
Yosua adalah pria yang berkharisma di medan perang
Yosua adalah pria yang memiliki ambisi, tetapi memberikan penundukan total kepada otoritas yang lebih tinggi. Ia memimpin pasukan itu kepada Tuhan. Dengan penuh tanggung jawab Yosua mengetahui dengan tepat apa yang diinginkan Tuhan pada waktu yang tepat.
Yosua Berpegang Pada Pewahyuan dari Allah karena ia tidak dapat mengetahui masa depan, tetapi ia dapat berbicara melalui apa yang difirmankan Tuhan kepadanya.
Yosua Mengandalkan Kuasa doa, Tulang belakang dari setiap pekerjaan adalah doa. Dengan kuasa doa, Yosua dapat memanifestasikan kuasa Tuhan.
Yosua memiliki kesukaan di dalam hadirat Tuhan "Kepemimpinan rohani yang sejati lahir dari perenungan dan kebutuha…

Teman Pewaris Kasih Karunia

1 Petrus 3:1-8, ayat pokok 3:7
Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula. Sebagai pasangan Kristen hendaklah kita menunjukan sesuatu yang berbeda dari dunia ini, rasul Petrus cukup jelas menjelasnya.
First people, Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menaruh kepercayaan kita pada pasangan kita dan melandaskan hubungan kita dengan kasih Kristus. Terkadang kita merasa mampu untuk menjalani suatu hubungan tanpa menaruh pengharapan pada Kristus dan hasilnya adalah suatu keretakan hubungan. Mari kita menaruh hubungan kita dibawah landasan Kasih Kristus dan kelak kita akan merasakan begitu indah suatu hubungan bila Kristus menyertai.kita mengetahuinya? Yesus berkata: “Dari buahnyalah kam…

Karena Dia

1 Petrus 2:1-25, ayat pokok 3:3
Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

Rasul Petrus dalam pasalnya yang kedua ini, mengajarkan kepada kita untuk datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kita juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Sudahkah kita yang telah diselamatkan oleh karena Dia, hidup sesuai yang diajarkan oleh rasul Petrus tersebut? Ataukah kita hanya menjadi garam di laut dan menjadi lampu di toko lampu? Allah memanggil kita untuk menjadi batu yang hidup dan berguna untuk kebangunan rohani setiap umatnya.
Mari first people, kita mau belajar untuk mau membawa dampak dalam kehidupan kita, baik di kantor, di sekolah, di rumah, di lingkungan bermain dan di mana saja.…

Kasihilah Dia

1 Petrus 1:1-25, ayat pokok 1:8
Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya.
Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya.
Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
Rasul Petrus, menuliskan surat ini kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia. Melalui surat ini, Rasul Petrus ingin menguatkan setiap jemaat pendatang untuk tetap teguh percaya kepada Dia sang Jurus Selamat, meskipun mereka belum pernah bertemu dan melihat Dia secara langsung.
Rasul Petrus dalam surat ini, dengan jelas memberikan pengajaran agar setiap jemaat yang mengasihi Kristus, hendaklah hidup dalam kekudusan dan tidak hidup menurut dunia seperti yang sedang terjadi pada masa itu. Hal ini jika kita tarik kedalam kehidupan kitapun, akan menjadi suatu pokok yang sama. Hendaklah kita dengan hati percaya dan mengasihi Dia untuk selalu hidup kudus. (14) Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan…

Keberdosaan manusia oleh Adam

Roma 5 : 12-17 Ayat pokok : Rom 5:12
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Rom 3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.. Secara tidak langsung ayat ini menyatakan bahwa semua manusia telah berdosa. Pertanyaannya kok bisa? Kan dari saat aku dilahirkan aku tidak berbuat yang jahat! Kok aku berdosa?
Sesungguhnya dosa adalah sebuah tindakan yang melanggar dari perintah Allah. Dan dosa yang dimaksudkan dalam roma ini adalah sebuah status! Kesalahan yang disebabkan oleh Adam ini, menjadikan semua manusia menjadi berdosa.
Status! Ketika kuita telah dikenakan sebbuah status, maka secara turun temurun kita semua akan dikenal sesuai dengan status kita, entah dia itu anak, cucu, cecet, cicit,, semuaakan dikenal dari status tersebut. Demikian juga dengan keberdosaan Adam menjadikan semua manusia berdosa!

R…

Berdoalah..

Yakobus 5:10-20, ayat pokok 5:16
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Sekitar 3 tahun yang lalu semasa kuliah, saya mengalami suatu masalah yang menyangkut nyawa seseorang, saya terlibat pertengkaran dengan teman asrama saya dan akhirnya saya memukulnya hingga dia mengalami sesak nafas dn jika terlambat mendapatkan pertolongan, mungkin saya tidak akan pernah menuliskan renungan ini. Sungguh luar biasa kuasa doa tersebut, saat saya kebingungan untuk mencari bantuan, saya berdoa memohon pertolongan dari Tuhan. Tiba-tiba muncul teman saya yang pernah menangani orang yang sesak nafas dan akhirnya anak itu dapat bernafas dengan baik lagi. Setelah itu kita berdoa bersama dan saling mengampuni.
Melalui kejadian tersebut, saya belajar bahwa kuasa doa itu nyata adanya dan juga jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Seperti yang diajarkan dalam firman Tuha hari ini …

Bersabarlah..

Yakobus 5:1-9, ayat pokok 5:7a
Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan!

Seringkali dalam kehidupan kita, kita menjadi pesimis. Sepertinya lebih sering terjadi hal-hal yang mengecewakan daripada yang kita harapkan. Akhirnya kita merasa tidak sabar dan berpikir bahwa apakah Tuhan menyertai saya ataukah Tuhan sudah melupakan saya.
Dalam kehidupan kekristenan, yang menjadi salah satu nilai penting adalah kesabaran. Kita harus menjadi orang yang sabar karena dengan kesabaran itu, kita akan hidup sesuai dengan rencana Tuhan. Terkadang memang jawaban Tuhan bagi kehidupan kita terasanya sangatlah lama. Namun kita patut mengingat bahwa waktu Tuhan dan waktu kita berbeda, Tuhan belum beracara karena Ia ingin membentuk kita terlebih dahulu.
Apakah saudara sekalian berada diposisi mana, posisi orang yang kurang sabar ataukah posisi orang yang sabar menanti rencana Tuhan terjadi dalam hidup anda? Renungkanlah firman ini dan mari kita mau belajar untuk menjadi orang y…

Dibenarkan karena iman adalah kasih karunia

Roma 5: 1-11 Ayat pokok: Rom 5:1
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Dibenarkan karena iman adalah kasih karunia mengapa?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lahir sebuah pertanyaan lagi, yaitu; siapakah kita? Sehingga layak untuk mendapatkan keselematan tersebut?
Proses Allah menyelamatkan manusia adalah sebuah hal yang sangat menabjubkan! Demi manusia, Ia yang adalah Tuhan, penguasa semua alam semesta, melepaskan kesetaraannya sebagai penguasa dan merelakan diri-Nya untuk dihina, dicaci, difitnah, diadaili bahkan sampai puncaknya Ia disalibkan. Dan semua itu dilakukan untukl siapa? Untuk manusia yang berdosa, yang diantanranya adalah kita.
Sebenarnya bila dilihat secara manusia kita tidak pantaas! Kita adalah makluk yang brengsek, namun karena kasih karunia Allah maka kita diselamatkan. Dan itupun Cuma-Cuma bukan dengan kekuatan atau perbuatan kita!
Terima kasih Tuhan untuk kasihMu



Refleksi: …

Pembenaran karena Iman

Roma 4, Ayat pokok 4:5
Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Kesalehan hidup adalah respon manusia ketika ia menyatakan bahwa ia hidup dalam naungan kerohanian!!, akan tetapi hal tersebut bukan yang utama, sesungguhnya yang terutama adalahhati! Ketika hati tergerak untuk mempercayai dan akirnya meyakini bahwa itulah Iman. Maka dari iman itulah yang diukur oleh Allah!!
Allah tidak melihat seberapa besar perbuatan kita saat berada di Dunia ini, melainkan, seberapa besar imanmu ketika egnkau hendak malakukan sesuatu! Sebab apa gunanya bila kita secara kasat mata memiliki sikap yang baik namun hati yang kita miliki penuh dengan kemunafikan?
Lebih baik memiliki hati yang baik dan tulus dan selaras dengan pertobatannya walaupun sering mengalami kejatuhan. Daripada seseorang yang sering berdiri di belakang mimbar, dengan orasinya menyampaikan kebaikan dirinya, namun tidak memiliki hatin y…

Siapa yang pantas?

Yakobus 4:11-17, ayat pokok 4:12
Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

First People, jika kita bersalah pada negara dan dihukum, itu merupakan ketentuan yang telah dibuat karena kita bernaung dalam sebuah negara yang memiliki hukum. Namun dalam kehidupan bergamapun, kita mencoba untuk mempraktekannya seperti yang terdapat pada dunia ini. Kita seringkali berusaha untuk menjadi hakim disaat kita melihat seseorang jatuh dalam dosa. Kita menghakimi dia dan ahirnya orang tersebut merasa tidak pantas untuk datang kepada Tuhan.
Pada firman hari ini, kita diajarkan bahwa sang pembuat hukum adalah Tuhan dan yang pantas untuk menghakimi adalah Dia sendiri, bukan kita yang hina ini. Yesus sendiri berkata bahwa Ia datang untuk orang yang berdosa bukan untuk orang yang merasa dirinya baik. Pantaskah kita menghakimi orang lain. Pantaskah seorang yang dulu juga berdosa mau …

Kapan-pun dan Di mana-pun..

Amsal 29:1-27 ayat pokok 29:17
Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.
­
Ada satu pengalaman yang berkesan bersama ayah saya, saat beliau mengantar saya ke sekolah pada hari penerimaan raport SMA. Ketika kami menemukan tempat kosong, tiba-tiba sebuah mobil lain menyerobot untuk parkir di tempat yang sama. Dan Ayah membiarkannya! Saya kesal dan mengomel. Namun tak jauh dari situ, tiba-tiba ada mobil yang keluar. Dan kami mendapatkan tempat yang lebih bagus dari yang pertama! Ayah yang tadi diam saja saat saya mengomel, tiba-tiba berkata, “Kalau kita mengalah, Tuhan sendiri akan membuka jalan.” Hari itu saya belajar tentang dua hal. Pertama, kita tidak rugi kalau mengalah pada orang lain. Kedua, kita bisa belajar tentang Tuhan di mana saja, termasuk di tempat parkir.
Kita sering berpikir bahwa pendidikan rohani anak hanya sebatas kegiatan ke Sekolah Minggu atau berdoa bersama. Padahal kesempatan untuk mengenalkan Tuhan sebenarnya b…

Pantaskah aku menilaimu?

Roma 3 :9-31 Ayat pokok 3: 10
seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.

Manusia adalah makhuk berdosa dan tak ada satupun yang benar. Seringkali manusia memasang standart dalam penialaianya satu dengan yang lain, pada hal secara umum setiap standar yang dipasang itu, sebenarnya bukan hanya pada orang yang dituju saja, melainkan kepada setiap orang yang mengeluarkan standart tersebut.
Banyak orang Kristen yang saling menuding dengan mengatakan gereja A atau B itu sesat, atau menyatakan gerejanya yang paling benar. Sedangkan kita mesti mengetahui, siapa yang memiliki hak untuk memberikan jaminan bahwa siapa benar? Apakah manusia itu sendiri?
Seharusnya kita sadar bahwa kita semua berada pada status yang sama yaitu orang berdosa! Dan hanya oleh kasih karunia kita sama-sama diselamatkan entah dari golongan A, B atau C.
Jadi kta tidak berhak dalam menilai bahkan sampai menghakimi orang lain!

Menjadi benar? Bukan!! Melainkan dibenarkan

Refleksi: Ajar aku ya Tuhan untuk …

Rendah Hati..

Yakobus 4:1-10 ayat pokok 4:10
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
Rendah hati berbeda dengan rendah diri, sebagai umat kristiani. Kita haruslah mencerminkan kerendahan hati tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti yang Rasul Paulus katakan dalam Efesus 4:2: “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu”.
Yakobus, melalui firman hari ini ingin mengajarkan kepada kita bahwa janganlah kita iri, saling bertengkar satu dengan yang lainnya karena ada selisih pendapat, melainkan kita mau datang pada Tuhan dengan kerendahan hati kita agar Allah sendiri yang akan meninggikan kita. Bukan manusia yang meninggikan kita, patut diingat bahwa standar penilaian kita buka dari manusia tapi standar kita adalah Tuhan.
Maka, berbaliklah dengan kerendahan hati kepada Tuhan sang Juru Selamat kita agar kita yang sekiranya selalu meninggikan diri kita dapat diampuni dan beroleh Kasih Karunia dari Tuhan.
Bers…

Bingung???

Mazmur 42:4-12 ayat pokok 42:6
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Bila Anda Bingung, jangan merasa sendirian. Anda akan merasa lebih baik saat mengetahui bahwa setiap orang pernah mengalami ini: Memberi waktu dan tenaga untuk suatu karya yang tiba-tiba menjadi tak berguna; Mengalami kesulitan dalam usaha; Mengetahui bahwa jerih payahnya dirusak orang lain; Dan masih banyak lagi.
Para hamba Tuhan juga pernah bingung dan frustrasi; mulai dari Abraham yang anaknya diminta kembali oleh Tuhan, Musa yang frustrasi karena bangsa yang dipimpinnya keras tengkuk, Elia yang dikejar-kejar Izebel, Ayub yang merasa apa yang menjadi miliknya tiba-tiba lenyap, dan masih banyak lagi. Namun, mereka tetap tampil sebagai pribadi yang kuat. Apa yang membuat mereka tetap bertahan saat frustrasi? Mereka menanggapi keadaan yang tidak menyenangkan dengan respons yang tepat. Mereka sadar sem…

Pantaskah kita Iri Hati??

Yakobus 3:13-18, ayat pokok 3:16
..di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Cukup jelas pengajaran yang diberikan Yakobus. Seringkali dalam kehidupan kekristenan kita, kita masih saja iri hati terhadap orang lain bahkan keegoisan kita masih sangat menonjol. Iri hati akan menjadi penghambat kita untuk bertumbuh didalam Tuhan.
Bila saudara sekalian merasa bahwa sudah lama menjadi orang percaya tetapi pertumbuhannya biasa-biasa saja, coba renungkan sejenak. Mungkin kita masih mempunyai perasaan iri dan egois yang besar sehingga menjadi penghambat.
Mari first people, hari ini kita mau belajar untuk menanggalkan semua rasa iri kita dan semua kegoisan kita dan biarlah kita datang menghampiri hadirat Tuhan dan mau mengalami pertumbuhan yang dashyat bersama Tuhan.
Apakah kita pantas untu…

Allah Melihat Hati

Roma 2: 17-3: 8 Ayat pokok : 29
Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
Berbahagialah kita yang lahir dalam zaman Perjanjian Baru, sebab dalam Perjanjian Baru telah dibukakan hikmahdan nasehat mengenai intisari pengenalan akan Allah melalui Yesus.
Bila kita hidup dalam zaman Perjanjian lama sesuai dengan tafsiran ahli-ahli taurat pada zamannya . maka tidak satupun manusia yang dapat melaksanakan hukum taurat dengan sempurna. Dan semua akan berpatokan pada hokum. Ayat 22 menuliskan Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?
Suatu perbedaan yang luar biasa antara Perjanjian Baru dan Perjanjian lama adalah Perjanjian lama menuntut perbuatan (hal ini yang dipahami ahli taurat) namun dalam Perja…

Dia adalah Jalan

Roma 2: 1-16 Ayat pokok :12
Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
Sebuah kepastian dalam dunia ini yang tidak bias disangkali adalah semua manusia pasi akan meninggal, entah dia dari mana asalnya, hakekatnya pasi akan meninggal.
Akan tetapi patokan yang seperti apa yang menentukan bahwa setelah manusia itu meninggal akan kemana? Semuanya itu berbalik pada hati nuraninya apabila ia sama sekali tidak mengenal Yesus. Namun bila manusia tersebut telah mendengar atau mengenal Yesus, maka Yesuslah sebagai patokan tersebut kemana ia akan pergi ketika ia meninggal dunia! Joh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Rom 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang m…

Bahaya Lidah...

Yakobus 3:1-12, ayat pokok 2:9
Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
..”tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan”. Mengertikah Anda mengapa lidah itu sangat berperan penting dalam kehidupan iman kita? Lidah dalam ilmu yang kita pelajari, memiliki kegunaan untuk mengecap rasa dan membantu kita untuk berbicara.
Lidah menjadi penting dalam kehidupan Kristiani kita, karena setiap hari dengan lidah kita ini, kita memuji Tuhan dan memberkati orang namun dikesempatan lain kita menggunakan lidah ini untuk memaki orang, mendamprat orang bahkan sampai mengutuk orang lain karena perbuatan yang tidak benar yang dilakukan orang tersebut. Lidah kita ini haruslah kita jaga, agar sebagai orang Kristen yang mengerti Kasih Karunia, kita dapat menghasilkan buah yang baik melalui perkataan-perkataan baik yang kita keluarkan.
Saya, pada awal…

Berbuatlah...

Yakobus 2:12-26, ayat pokok 2:22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Give people more than they expect and do it cheerfully (Lakukanlah sesuatu lebih dari yang mereka harapkan dan perbuatlah itu dengan sukacita). Di zaman akhir ini perkataan seperti yang seperti ini akan sangatlah sering kita dengarkan tetapi akan sangat jarang pula kita temukan. Kenapa? Ya karena semua orang cuma belajar untuk pandai berbicara namun sangatlah susah untuk mau melakukan pelajaran yang telah didapatnya.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa iman yang sempurna adalah sebuah iman yang bekerjasama dengan perbuatan. Berati kita diajarkan untuk tidak hanya mendengarkan tentang pengajaran Kristus tapi kita dengan sangat Jelas Yakobus katakan bahwa kita harus melakukan dan menunjukan teladan Kristus dalam kehidupan sehari-hari kita.
Sudahkah kita menjadi orang yang melakukan firman Tuhan? Ataukah kita menjadi orang …

Jangan Melihat Status..

Yakobus 2:1-11, ayat pokok 2:1
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
Saat ini, dalam kehidupan kita, kita sedang dilanda oleh demam Facebook. Bahkan kalau Mbah Surip masih hidup mungkin ia akan menuliskan sebuah lagu yang menceritakan mengenai facebook. Facebook menyediakan fitur yang memudahkan kita untuk menuliskan apakah keadaan kita saat ini. Dengan mudahnya kita dapat mengubah status kita dan otomatis semua orang di belahan bumi ini akan mengetahuinya saat itu juga.
Status, hari ini kita mau menitik beratkan renungan kita pada status. Yakobus dalam Firman Tuhan hari ini cukup jelas menjelaskan kepada kita bahwa janganlah kita memandang orang hanya karena status sosialnya. Jika kita melihat orang hanya karena status tersebut, berarti kita sedang melakukan pengkotak-kotakan. Apakah Tuhan membeda-bedakan seseorang hanya karena dia memiliki kekayaan atau ketampanan? Tidak kan!
Suda…

Tekun

Yakobus 1: 2-4, ayat pokok 1:3
Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Saya memulai renungan kita pada hari ini dengan sebuah kata kiasan “Semua hal dan semua orang yang anda temui adalah persiapan Allah bagi masa depan anda.” Kenapa saya memulai dengan pepatah tersebut? Karena dalam kehidupan kita, kita tidak bias menerima apa yang sedang terjadi pada kita dan mengapa orang tersebut berbuat demikian kepada kita.
Bahayanya, kita malah terpaku dengan hal tersebut dan membiarkan pertumbuhan rohani kita menjadi berhenti. Kita merasa bahwa Tuhan tidak adil dan kita mengambil keputusan untuk membalas dengan cara kita dan akhirnya timbul dalam benak kita bahwa “aku tak pantas lagi untuk datang pada-Nya”. Padahal yang terpenting bagi Allah adalah kita menjadi manusia yang seperti apa. Bukan seberapa besar pekerjaan yang telah kita lakukan bagi Tuhan.
Manusia tidak bisa menjadi sempurna seperti Kristus tanpa mengalami kesengsaraan. (Kesengsaraan menghasilkan ke…

Takut Akan Tuhan menuju Moralitas yang Baik

Roma 1 : 18-32 Ayat Pokok: 30
Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua
Hakekat manusia adalah keselarasan hidup yang diharapkan bias berbaur, berbagi dalam keseimbangan Norma, yang dampaknya adalah membawa keharmonisan dalam hidup. Akan tetapi belakangan ini dunia telah berubah. Pada umumnya dunia sudah hilang akan intisari moral. Dunia sudah tidak dapat membedakan apa yang baik dan buruk. Amoral, asusila bertumbuh subur . bermacam-macam kejahatan sekarang merajalela. Mengapa hal ini bias terjadi? Bila kita merenungkan Roma 1:18-32, maka kita akan menemukan hal tersebut dipelopori oleh keadaan manusia yang sudah tidak lagi menjadikan Allah sebagai Tuhan dalam hidup mereka.
Mungkin secara aturan mereka memmiliki agama atau mungkin peleku kejahatan adalah seorang Kristen secara legalitas. Namun pada dasarnya bukan itu yang sebenarnya!! Yang sebenarnya adalah dari hati yang tulus menjadikan Allah …

Injil Adalah Kekuatan Allah

Roma 1 :1-17, ayat pokok 1:16-17
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Dalam sebuah kepercayaan yang diakui oleh sebuah Negara, tentunya memenuhi beberapa persyaratan secara umum yang ada dalam perundang-undangan dalam Negara tersebut. Di Indonesia contohnya sebuah kepercayaan yang dapat di akui oleh Negara salah satunya syaratnya adalah keprcayaan tersebut harus memiliki kitab suci. Dengan salah satu alasan tersebut sehingga Kekristenan diakui menjadi salah satu agama di Indonesia. Dalam kekristenan, injil diyakini sebagai kekuatan Allah, mengapa?
Kita akan menemukan tiga hal yang menjadi jawabannya :
1.Karena dalam injil manusia menemukan kebenaran (Yesus Kristus)
2.Manusia memil…

Hidup Bahagia Didalam Tuhan

Kolose 3:1-25. ayat pokok 3:13Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.Banyak sekali orang sengsara saat ini, menurut saya orang sengsara tersebut disebabkan karena dia tidak tahu bagaimana menikmati kasih karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita. Nah bagaimana kita dapat hidup bahagia dan menikmati kasih karunia Tuhan? Pertama, Menghargai pemberian Tuhan, kenapa kita harus menghargai pemberian Tuhan? Bagaimana kita dapat bahagia jika bersungut-sungut kepada Tuhan, semua itu pasti ada rencana Tuhan didalamnya. Kedua, Mengampuni. Karena kebencian membuat kita tidak dapat melanjutkan hidup kita karena kita akan terpaku pada kebencian itu. Kebencian menimbulkan kepahitan dan kepahitan akan menimbulkan kesengsaraan (akhir dari kebencian selalu Tragis.). Ada pepatah mengatakan bahwa Seorang yang tidak mengampuni orang yang…

Siapakah Aku Ini

Nats Bacaan: 1Tawarikh 17-16-27
Ayat Pokok: 1Tawarikh 17-16-27

..Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau
membawa aku sampai sedemikian ini?

Mendengar jawaban TUHAN atas permohonannya, Daud merasa terharu
atas janji TUHAN kepadanya. Janji Tuhan melebihi permohonan Daud.
Daud tak dapat menahan rasa haru itu, Daud berkata kepada Tuhan,
“Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga
Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” Daud mengingat siapa
dirinya yang sesungguhnya, dia hanyalah anak gembala yang dipanggil
dari padang sunyi untuk menjadi raja Israel. Tetapi kasih karunia Allah
begitu besar dan ajaib bagi dirinya untuk selama-lamanya.

Anugerah Allah bagi kita, kita diangkat menjadi anak-anak Allah, melalui
pengorbanan Anak Tunggal Allah, Yesus Kristus Juruselamat kita.
Dahulunya kita adalah orang-orang yang hidup di dunia ini tanpa tahu
siapa diri kita. Kita terlena oleh kenikmatan dosa dan dunia ini:
obat-obatan, seks menyimpang, ambisi untu…

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen....

Nats Bacaan: Ulangan 6:1-7
Ayat Pokok: Ulangan 6:5

“Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen. Perasaan cinta bisa
datang dan pergi begitu saja.. Terkadang cinta tak harus berakhir bahagia..
karena cinta tidak akan berakhir..”

Penggalan puisi diatas menyadarkan saya bahwa terkadang kita
mencintai orang terdekat kita melebihi cinta kita pada Tuhan. Padahal
seperti bunyi Firman Tuhan yang telah kita baca, mengajarkan kita untuk
mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati kita. Ini merupakan
suatu bagian yang sangat penting, karena seringkali kita mengasihi Tuhan
dan datang pada Dia disaat kita membutuhkannya tetapi disaat kita
sedang bahagia Tuhan dilupakan. Dimanakah komitmen kita sebagai
bukti cinta kita pada-Nya.

Sekaranglah saatnya untuk kita kembali merenungkan, apakah kita
benar-benar mencintai Tuhan dan bersedia untuk memberikan diri kita
untuk berkomitmen dengan Dia. Tuhan itu adalah pokok segala Cinta
Kasih, bila kita mencintai Dia dengan segenap hati kita, maka Cinta
Kasihnya akan …