Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2010

Menjadi Pelayan

Sebagai orang Kristen, kita pasti sangat akrab dengan kata ini. Karena kita tahu bahwa Yesus datang untuk melayani, bukan dilayani. Dia juga menghendaki saudara dan saya mempunyai pikiran dan perasaan yang sama seperti Dia: rela merendahkan diri dan menjadi pelayan! Bersediakan saudara melayani seperti yang Yesus lakukan? Melayani berarti memberi, bukan mengharapkan menerima! Yesus memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang. Melayani Tuhan berarti memberi: waktu, akal, pengetahuan, tenaga, harta, dan lain-lain. Banyak yang dapat kita berikan untuk Tuhan. Dan percayalah, saudara tidak akan rugi! Sebab Tuhan tidak pernah berhutang kepada siapapun! Apapun yang kita buat untuk Tuhan – tidak akan sia-sia – 1 Korintus 15:58.

Bagaimana Melayani Tuhan?
Yesus meninggalkan teladan bagi kita, yaitu dengan cara mengosongkan/ merendahkan diri, menjadi hamba, mati di kayu salib/serahkan nyawaNya bagi manusia, dikubur dan dibangkitkan. Lalu diangkat naik, dan beroleh upah: duduk di…

Karunia MENASIHATI

Salah satu karunia yang Allah berikan ialah karunia Menasihati. Kita bisa melihat kedalam bahasa Yunani, kata ‘menasihati’ adalah ‘para kaleo’. Para = di sisi. Kaleo = memanggil. Jadi, menasihati berarti memanggil seseorang ke sisi kita untuk mendampingi dan memberi nasihat.
Penasihat ialah seorang yang dekat dengan kita, yang dapat memberi nasihat dan petunjuk supaya iman kita kuat. Nasihat yang diberikan harus didasarkan atas Kitab Suci/Alkitab! “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus” – Roma 15:4-6. Dalam Firman Allah ada kuasa untuk menghadirkan kerukunan dalam rumah tangga, keluarga, dan lingkup pekerj…

Kesedihan (Refleksi atas Tulisan Judith & Michael Murray)

13 HAL MENGENAI KESEDIHAN:
1. Kesedihan tidak mengenal usia, jenis kelamin, status sosial, agama dan lain sebagainya. Kesedihan dapat dialami oleh siapa saja.
2. Reaksi anda atas kesedihan tidak ada hubungan dengan kepandaian anda.
3. Kesedihan tidak dapat ditampik atau dihindari terus-menerus. melainkan harus diselesaikan.
4. Kesedihan tidak menyenangkan. juga bukan sesuatu yang mudah..
5. Kesedihan bersifat pribadi dan tidak sama pada setiap orang..
6. Kesedihan bukanlah suatu proses yang rasional atau logis, karena perasaan-perasaan yang ada saat itu tidak pernah konstan.
7. Ada Manfaat dalam kesedihan, karena saat kita dapat melewati, kita akan menjadi lebih kuat dan lebih peka.
8. Tidak mungkin memahami secara penuh kesedihan orang lain.
9. Kesedihan mengharuskan kita untuk menghadapi dan menerimanya sebagai suatu kenyataan.
10. Kesedihan berkepanjangan dan yang tidak teratasi dapat merumitkan dan memperdalam kesedihan baru.
11. Kesedihan tidak perlu ditakuti. kesedihan adalah suatu cara ya…