RENUNGAN HARIAN KEMERDEKAAN SEMPURNA

KEMERDEKAAN SEMPURNA

Mazmur 107:10-22


Pemazmur terus mengucap syukur kepada TUHAN untuk pertolongan yang terus-menerus TUHAN berikan kepada umat-Nya setiap kali mereka berseru kepada-Nya. Setiap kali mereka berseru, Ia selalu melepaskan mereka.

TUHAN membebaskan mereka dari belenggu dosa. Ketika umat-Nya duduk di dalam gelap dan kelam, terkurung dalam sengsara dan besi (107:10), Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nyalah mereka dari kecemasan mereka (107:13).

Apa yang digambarkan secara fisik di Perjanjian Lama seringkali menjadi gambaran apa yang terjadi secara rohani di Perjanjian Baru. Dosa membawa kita kepada kegelapan dan kekelaman. Dosa mengikat kita, membelenggu hati kita. Di kayu salib, Yesus mematahkan belenggu itu. Dia mengampuni kita dan membebaskan kita. Kita dapat berseru seperti Charles Wesley, "belengguku telah dipatahkan, hatiku dibebaskan. Aku bangkit dan melangkah mengikuti-Mu Tuhan."

TUHAN juga membebaskan dari ketakutan akan kematian. Ketika umat memberontak, mereka dekat dengan maut. Sekali lagi mereka berseru dan Tuhan menyelamatkan mereka.  disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur (107:20) .

Ini juga menggambarkan karya Yesus bagi kita. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Dia menyelamatkan kita dari liang kubur dan ketakutan akan maut. Kita sudah bebas dari maut, dari ketakutan akan kematian dan semua rasa takut yang menyertainya.

Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.  Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai! (107:21‭-‬22)

Tuhan, kami mau terus memuji-Mu untuk keselamatan dan kelepasan dari-Mu

#PsSammy

Comments

Popular Posts