Renungan Harian: Dekaplah Aku, Ya Allah!


Dekaplah Aku, Ya Allah!

Mazmur 119 : 17 – 40; Ayat Pokok 119 : 19

Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku.

 

S

eorang musafir adalah orang asing di negara yang dikunjunginya, karena dia bukan berasal dari negeri itu dan bukan penduduk negeri itu juga. Supaya tidak tersesat di negeri yang asing baginya itu, dia biasanya mempunyai buku panduan. Dengan buku itu, dia merasa aman dan tenang berada di negeri yang asing.

Pemazmur kita hari ini, menganggap dirinya sebagai seorang asing di dunia. Tempatnya di kerajaan sorga, rumahnya di sana dan Allah adalah rajanya. Sebagai orang asing dia memerlukan Allah sebagai penolongnya dan peringatan-peringatan-Nya sebagai panduan hidupnya.

Kita hidup seperti musafir di dunia ini. Sebagai seorang pengembara, kita sedang berjalan menuju ke suatu tujuan, yaitu kembali ke rumah yang sesungguhnya di sorga. Dalam pengembaraan kita, banyak hal, seperti gaya hidup atau prinsip-prinsip hidup yang kita temukan dan alami, yang ternyata keadaannya berbeda dengan kerajaan Allah kita. Bagaimana ini? Tidak mungkin kita melepaskan identitas kita yang asli dan mencoba hidup seperti gaya dan prinsip yang kita temukan dalam pengembaraan kita itu. Bukankah kita hanya lewat saja di dunia ini?

Betapa perlunya mempunyai hati seperti pemazmur ini, yang merindukan selalu peringatan-peringatan Allah dan begitu bergemar untuk melakukannya. Menjadikan Taurat Allah sebagai sebuah kompas hidupnya, yang selalu dipegang dan dipeliharanya dengan segenap hati.

Kita perlu untuk selalu waspada dan berjaga-jaga, karena kita adalah orang asing di dunia ini.

 

Refleksi: Kita bukan dari dunia ini

Comments

Popular Posts